Pengaruh Distributive Justice dan Procedural Justice Terhadap Employee Engagement pada PT. X dengan Affective Commitment sebagai Variabel Mediasi

Abstract

<p>PT. X merupakan perusahaan industri terminal kargo curah cair yang berdiri sejak tanggal 23 Agustus 2013 dan berlokasi di Pelabuhan Tanjung Perak, namun PT X baru beroperasional secara penuh pada awal tahun 2018. Tingkat <em>engaged </em>PT. X masih rendah, Hal ini dapat dilihat dari persentase absensi dan persentase <em>turnover </em>karyawan yang terus meningkat. Menurut Markos dan Sridevi (2010), perusahaan dengan karyawan yang <em>disengaged </em>akan mengalami peningkatan tingkat absensi dan juga akan mempengaruhi tingkat <em>turnover </em>dalam perusahaan. Colquitt (2001) menerangkan <em>organizational justice </em>dalam tiga hal yaitu: <em>distributive justice</em>, <em>procedural justice</em>, dan <em>interactional justice</em>. Dalam penelitian ini akan dibahas tentang <em>procedural justice </em>dan <em>distributive justice. </em>Hal ini disebabkan dalam dimensi keamanan yang diidentifikasikan oleh Kahn (1990) melibatkan situasi sosial yang dapat diprediksi dan konsisten. Menurut Allen dan Meyer <em>affective commitment </em>mengacu kepada keterikatan emosional karyawan terhadap organisasi. Saks (2006) menemukan bahwa employee engagement berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh <em>distributive justice </em>dan <em>procedural justice </em>terhadap <em>employee engagement </em>pada PT.X melalui <em>affective commitment </em>sebagai variabel mediasi. Populasi pada penelitian ini sejumlah 66 karyawan tetap dan menggunakan metode sampling jenuh. Teknik analisis menggunakan <em>Partial Least Square </em>(PLS).</p>