دراست عن الإعجاز البلاغي في سورة الفاتحت

Abstract

Mu’jizat para Nabi senantiasa sesuai dengan jenis keahlian kaum di mana mereka berdakwah. Nabi Musa hidup di kalangan komunitas yang punya perhatian besar terhadap ilmu sihir. Dengan mu’jizat tongkatnya, dakwah beliau menjadi efektif dan juga dengan mu’jizat ihya’ almauta (menghidupkan orang mati) Nabi Isa as. senantiasa sesuai dengan keahlian kaum beliau dalam ilmu tabib di kala itu. Demikian pula halnya balaghah yang tak terpisahkan dari kehidupan intelektual bangsa Arab. Kemu’jizatan al-Quran pun sesuai dengan keahlian dan kebanggaan mereka yaitu al-Balaghah, dengan harapan bangsa Arab dapat membuka hatinya atas kehadiran kitab suci ini di tengah-tengah mereka. Tulisan ini mengupas kemu’jizatan balaghiyah surat Al-Fatihah dari sisi sistematika (manthiqiyatul uslub)-nya, cakupan konten (syumuliyatul madhmun)-nya, dan gaya bahasa serta dilalah siyaqnya dan sebelum pembahasan poin-poin tersebut, penulis membahas tentang nama al-Fatihah dan keutamaan surat tersebut.