Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa MTsN Dengan Menggunakan Metode Open Ended Di Bandung Barat

Abstract

Dalam pembelajaran matematika,kemampuan pemecahan masalah merupakan aspek yang sangat penting untuk di perhatikan .pemecahan masalah matematika siswa smp berdasarkan langkah polya.metode pemecahan masalah seperti yang di katakan polya ada 4 fase penyelesaian masalah, yaitu : (1) menentukan hal-hal yang di ketahui dan yang di tanyakan secara lengkap. Selain itu siswa juga mampu memahami hubungan antar informasi yang di berikan. Sehingga dapat dikatan bahwa siswa mampu memahami masalah (2) menyusun suatu permisalan dan menyusun model matematika, sehingga dapat di katakan bahwa siswa mampu menyususn rencana penyelesaian.(3) menyelesaikan model matematika dengan tepat ,mampu mencari hasil akhir dari soal tersebut dan mampu melakukan oprasi hitung dengan tepat . sehingga dapat dikatakan bahwa siswa mampu melaksanakan rencana penyelesaian. (4) mengecek penyelesaian soal tersebut baik langkah-langkahnya maupun perhitungan secara menyusun kesimpulan. Sehingga dapat dikatakan bahwa siswa mampu mengecek kembali. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian ini adalah siswa MTSn 5 Bandung Barat. maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peneliti melakukan penelitian di dua kelas yaitu kelas VIII E dan VIII F di MTSn 5 Bandung Barat, dengan dua metode yaitu kelas eksperimen dan kontrol. Berdasarkan hasil uji test menggunakan soal kemampuan pemecahan masalah dengan materi yang diterapkan adalah SPLDV. Dengan menguji menggunakan kolmogorof-smirnov diperoleh: Nilai signifikasi postes pada kelas VIII E yaitu kelas eksperimen terdapat hasil eksperimen 0,076 karena > 0,05. Dan mempunyai nilai rata-rata yaitu 15,6296.  Nilai signifikasi postes pada kelas VIII F yaitu kelas eksperimen terdapat hasil kontrol 0,068 karena > 0,05. Dan mempunyai nilai rata-rata yaitu 10,4815.Dan dapat disimpulkan bahwa: (1)kelas eksperimen dan kontrol  berdistribusi normal. (2)pemecahan masalah kelas eksperimen lebih baik dari pada kemampuan pemecahan masalah kelas kontrol. Kata Kunci : masalah matematika, kemampuan pemecahan masalah. ABSTRACT             In mathematics learning, problem solving ability is a very important aspect to note. Mathematics problem solving of junior high school students is based on polya step. Problem solving method as said polya there are 4 phase problem solving, that is: (1) determining things in know and ask in full. In addition students are also able to understand the relationship between the information provided. So that it can be said that the student is able to understand the problem (2) compile a model and develop a mathematical model, so that it can be said that the student is able to arrange the completion plan (3) complete the mathematical model appropriately, able to find the end result of the problem and able to do the oprasi calculate exactly. so it can be said that the student is able to carry out the settlement plan. (4) checking the solution of the matter both the steps and the calculation in conclusion. So it can be said that students are able to check again. This research is a qualitative descriptive research with the subject of this research is MTSn 5 Bandung West students. then the results of this study can be concluded that the researchers conducted research in two classes namely class VIII E and VIII F in MTSn 5 West Bandung, with two methods of experimental class and control. Based on test result test using problem solving problem with the material applied is SPLDV. By testing using kolmogorof-smirnov obtained: Postes significance value in class VIII E ie experiment class there are 0.076 experimental results because> 0.05. And has an average value of 15.6296. Postes significance value in class VIII F that is experiment class there are control result 0,068 because> 0,05. And has an average value of 10.4815.And it can be concluded that: (1) experiment and control classes are normally distributed. (2) experiment class problem solving is better than class control problem solving abilities.