Dari Negara menjadi Publik Sentris: Kajian Historis Pelaksnaan Administrasi Indoensia Tahun 1900-an

Abstract

Penyelenggaraan negara tidak terlepas dari administrasi. Periodesasi perkembangan administrasi ada dua yaitu secara umum dan paradigma,  kedua periodesasi masih dipengaruhi administrasi dari negara maju. Secara umum, administrasi masih membandingkan dengan negara maju , sedangkan segi paradigma menurut Nicholas Henry membagi lima paradigma administrasi. Dimana masing-masing paradigma memiliki kajian berbeda. Munculnya diksi setelah “administrasi” menjadi pembahasan para ahli dari sasaran, pelaksana dan hasil pelaksanaan. Mulai dari istilah “negara” sampai “publik” memiliki analisa  serta paradigma berbeda. Ketika ada pernyataan Dwight Waldo bahwa administrasi  berada di zaman kekacauan, konsentrasi administrasi mulai berubah, dimana sektor publik mulai dilibatkan. Istitlah negara mengacu peran penuh administrasi oleh, dari dan untuk negara, dimana sangat kecil porsi publik.  Sebaliknya kata ”publik” menjelaskan administrasi dilaksanakan dengan konsentrasi rakyat berperan sebagai negara dan sasaran administrasi. Penyelenggaraan administrasi  dipengaruhi juga  oleh paradigma Old Public Administration dimana terdapat New Public management, kemudian New public administration dan New Public service. Namun inti dari  semua pelaksanaan administrasi  menuntut adanya perubahan  dari negara menjadi publik sentris. Perubahan paradigma menjadi goal oriented administrasi yaitu akuntabilitas, komprehensif dan transparasansi.