Teologi Marsiadapari: Sebuah Konstruksi Teologi Lokal Dalam Perspektif Robert J. Schreiter Atas Hermeneutika Galatia 6:2

Abstract

The progress of civilization is something that cannot be avoided. The industrial revolution 4.0 era brought a lot of progress and benefits for human life. But like a double-edged sword, the progress of this era is also slowly eroding local wisdom which is rich of noble value. The progress of the civilization has created opportunities as well as threats in order to preserve the local wisdom. In this term, as an example, it can threaten the marsiadapari tradition in the Toba Batak community. Simply put, marsiadapari is a tradition of gotong royong, which nowadays is starting to fade in the life of the Toba people. To revive this local wisdom, the authors saw an opportunity by constructing a local theology which could later be called the Marsiadapari Theology. This paper uses a qualitative method by tracing previous literature studies by focusing on the local theological perspective offered by Robert Schreiter. This study above will be dialectic with a biblical study of the text of Galatians 6:2. As the result, this article finds that Marsiadapari Theology is a constructive theology that can help readers to fulfill the law of Christ (the law of love) by involving and uniting everyone in a participatory manner. Abstrak: Kemajuan peradaban merupakan perihal yang tidak mungkin dihindari. Era revolusi industri 4.0 banyak membawa kemajuan dan manfaat bagi kehidupan manusia. Namun bagai pedang bermata dua, kemajuan zaman ini juga perlahan menggerus kearifan lokal dengan kekayaan tradisi yang bernilai luhur. Kemajuan zaman ternyata telah menciptakan peluang sekaligus ancaman bagi pelestarian kearifan lokal. Salah satunya dapat mengancam tradisi marsiadapari yang ada di dalam masyarakat Batak Toba. Sederhananya, marsiadapari adalah tradisi gotong-royong, di mana dewasa ini, mulai memudar dalam tatanan kehidupan masyarakat Toba. Untuk menghidupkan kembali kearifan lokal ini, tim penulis melihat peluang dengan cara mengonstruksi sebuah teologi lokal yang nantinya dapat disebut dengan Teologi Marsiadapari. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan menelusuri kajian literatur terdahulu dengan menitikberatkan pada perspektif teologi lokal yang ditawarkan oleh Robert Schreiter. Kajian tersebut akan didialektikakan dengan kajian biblis atas teks Galatia 6:2. Artikel ini menghasilkan temuan bahwa Teologi Marsiadapari merupakan salah satu teologi konstruktif yang dapat membantu pembaca untuk memenuhi hukum Kristus (hukum kasih) dengan melibatkan dan mempersatukan setiap orang secara partisipatif.