Analisis Kritik Hadits Tentang Cara Tuhan Mendidik Manusia Dengan Sempurna أدبني ربي فأحسن تأديبى

Abstract

Abstrak Tulisan ini akan menganalisis kritik hadits tentang cara Tuhan mendidik manusia dengan sempurna. Tujuannya agar mengetahui apakah hadits ini maqbul atau dho’if. Metode yang digunakan untuk penelitian takhrij hadits ini yaitu dengan metode takhrij hadits bi alfadz menggunakan aplikasi Gawami Al-Kalim, dan hasil pencariannya ditemukan ada 6 redaksi hadits dari satu kata أدبني dan lebih dari 100 redaksi dari kata فأحسن . Dengan menggunakan aplikasi Gawami melalui 2 kata kunci maka dapat diketahui al-masadir al-ashliyyah, beberapa hadits yang penulis temukan terdapat dalam sebuah kitab Adab al-Imla Liibni as-sam’ati; kitab qowaid al-maudu’ah fii al-hadits al-maudhu’ah; kitab al-maqaasidu al-hasanah; dan kitab shahih bukhari. Selanjutnya, dari segi rangkaian sanad, hadits yang dibahas termasuk hadits muttasil karena sanadnya bersambung sampai kepada Rasulullah. Sedangkan dari segi kualitasnya termasuk hadits maqbul dha’if lighairihi. Abstract This paper will analyze the critique of the hadith about the way God perfectly educates humans. The goal is to find out whether this hadith is maqbul or dho'if. The method used for the takhrij hadith research is the takhrij hadith bi alfadz method using the Gawami Al-Kalim application, and the search results found there are 6 hadith editors from one word أدبني and more than 100 editors from the word فأحسن . By using the Gawami application through 2 keywords, it can be seen that al-masadir al-ashliyyah, several hadiths that the author found are contained in a book of Adab al-Imla Liibni as-sam'ati; the book qowaid al-maudu'ah fii al-hadith al-maudhu'ah; the book al-maqaasidu al-hasanah; and Sahih Bukhari. Furthermore, in terms of the chain of sanad, the hadith discussed includes muttasil hadith because the chain is continued to the Prophet. While in terms of quality, including the hadith maqbul dha'if lighairihi.