PERILAKU NASABAH DEPOSITO MUDHARABAH TERHADAP BI RATE DAN BAGI HASIL DI BANK MUAMALAT INDONESIA KANTOR CABANG PEMBANTU METRO

Abstract

Perkembangan perekonomian suatu negara bisa dilihat dari keberadaan lembaga keuangannya, karena lembaga keuangan mempunyai peranan penting terhadap perkembangan perekonomian. Nilai BI rate turun, perbankan konvensional akan menurunkan suku bunganya. Biasanya penurunan dimulai dari tingkat suku bunga dana pihak ketiga kemudian diikuti dengan tingkat suku bunga kredit. Kalau BI rate naik, beberapa bank konvensional menaikkan suku bunganya. Sedangkan bank syariah tidak bisa menaikkan suku bunga karena bank syariah menggunaka sistem bagi hasil, seberapa besar keuntungan dana pihak ketiga sangat tergantung pada seberapa besar bank mendapatkan keuntungan dari pembiayaannya. Jenis penilitian ini penelitian field research, sifat penelitian deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan sifat sesuatu yang berlangsung pada saat penelitian. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data skunder.. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dan dokumentasi. Teknik penjamin keabsahan datanya dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis datanya yang digunakan induktif yaitu menyusun secara sistematis data dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Prilaku nasabah deposito mudharabah BMI KCP Metro tidak berminat memindahkan dananya di bank konvensional pada saat tingkat suku bunga mengalami kenaikan. Prilaku nasabah BMI KCP Metro tidak sejalan dengan teori yang mengatakan bahwa tingginya minat nasabah mendepositokan dananya seiring sejalan dengan tingkat bunga. 2) Perilaku dipengaruhi faktor keuntungan yang diperoleh nasabah sesuai dengan pendapatan bank, dana dapat diambil sewaktu-waktu dengan sanksi yang sangat kecil, ingin terhindar dari riba, dana yang disimpan diputar dalam sektor riil, dan adanya kedekatan personal dan hubungan yang baik yang bisa membangun trust antara nasabah dan BMI. Prilaku nasabah bukan hanya dipengaruhi oleh aspek keuntungan saja namun adanya aspek spiritualitas nyaman karena sejalan dengan nilai-nilai Islam.