Pengembangan Nilai-Nilai Karakter Religius Berbasis Kearifan Lokal pada Siswa MI

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena semakin memudarnya pengetahuan masyarakat tentang kearifan lokal yang telah menjadi karakter dan filosofi hidup mereka, yaitu membatik. Oleh karena itu, perlu ada upaya untuk terus menggali dan memproteksi kearifan lokal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi pendidikan. Subyek penelitian adalah Kepala Sekolah, guru mata pelajaran batik, Pengawas Sekolah serta siswa kelas V dan kelas VI. Teknik pengumpulan datanya meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa proses pembelajaran berbasis kearifan lokal membatik di MI Maarif Giriloyo I dilaksanakan melalui tahap perencanaan (mencakup program tahunan, program semester, silabus, dan RPP); pelaksanaan terdiri atas kegiatan pendahuluan, inti (meliputi eksplorasi, elaborasi, konfirmasi), dan penutup; evaluasi pembelajaran melalui observasi, penilaian diri, dan penilaian antarteman. Sedangkan nilai-nilai karakter religius yang dikembangkan dalam pembelajaran berbasis kearifan lokal membatik diĀ  MI Maarif Giriloyo I antara lain: pertama, melalui penciptaan motif batik sebagai pesan dan doa atau harapan yang ditujukan kepada Allah SWT. Kedua, pengembangan karakter religius siswa terintegrasi dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas terdiri atas kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.