Dayah & Moderasi Dakwah di Aceh (suatu kajian terhadap dakwah di era digital)

Abstract

Abstrak Penelitian ini berkesimpulan bahwa dayah di Aceh merupakan salah satu lembaga dakwah yang tertua nusantara bahkan di Asia Tenggara yang memiliki andil besar dalam menyebarkan dakwah di Nusantara. Keberhasilan dakwah yang dilakukan oleh dayah-dayah di Aceh dikarenakan bentuk dan gaya dakwahnya yang cenderung moderat. Moderat yang dimaksudkan di sini adalah dalam penyampaian dakwahnya selalu ditonjolkan ketinggian akhlak dan adab sopan santun, sehingga masyarakat memiliki kesan positif dalam setiap dakwah yang disampaikan, senantiasa menyiapkan bahan ceramah dari isi kitab kuning yang dipelajari di dayah/pesantren dan sudah di tashih oleh pimpinan pesantren. Dalam hal penyampaian dakwah di era digital ini, dayah di Aceh sudah mulai menggunakan kemajuan teknologi digital seperti youtube, facebook dan lain-lain, meskipun masih sedikit dayah-dayah di Aceh yang menggunakan media dalam penyampaian dakwahnya.   Abstract This study concludes that dayah in Aceh was one of the oldest preaching archipelago institutions even in Southeast Asia which had big contribution in spreading da'wah in the archipelago. The success of da'wah by dayah-dayah in Aceh was due to the moderate da’wah form and style. Moderate here is in the delivery of da'wah always highlighted in morality and manners, so that the community has a positive impression in each preaching that is conveyed, always preparing lecture material from the contents of the Islamic book learned at the dayah / pesantren and already received by the pesantren leaders . In terms of the da’wah delivery in this digital era, dayah in Aceh have begun to use advances in digital technology such as youtube, facebook and others, even though there are still few dayah in Aceh who use the media in delivering their da'wah.