PANDANGAN FILOSOFIS DAN TEOLOGIS TENTANG HAKIKAT ILMU PENGETAHUAN SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN ISLAM

Abstract

Knowledge is the most essential thing for humans, because with it all needs and necessities can be accomplished faster and easier. In a religious society, knowledge cannot be separated from its divine values due to the most essential source of knowledge is from God. Philosophy mentions that to discover knowledge is through rationalism, empiricism, and the scientific method. When a scientific method is done to a certain object and it gives a truth, the result is called empirical truth.  Whereas to discover the knowledge through deep or radical and speculative thought, the result is relative truth, maybe right, maybe wrong. The absolute truth only belongs to the Qur’an and Hadits, or also called the truth of God’s revelation. Ilmu merupakan sesuatu yang paling penting bagi manusia, karena dengan ilmu semua keperluan dan kebutuhan manusia bisa terpenuhi secara lebih cepat dan lebih mudah. Dalam masyarakat beragama, ilmu adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai ketuhanan karena sumber ilmu yang hakiki adalah dari Tuhan. Kajian filsafat ilmu menyebutkan bahwa, secara umum metode mencari pengetahuan adalah melalui pendekatan rasionalisme, empirisme dan metode keilmuan. Ketika proses pengkajian secara ilmiah dilakukan terhadap objek tertentu melalui pendekatan ilmiah dan menghasilkan sebuah kebenaran, maka apa yang dihasilkan itu disebut kebenaran empirik. Sedangkan mencari pengetahuan itu dengan menggunakan pemikiran yang mendalam atau radikal dan spekulatif, maka kebenaran yang dihasilkan dikategorikan sebagai kebenaran relatif, mungkin benar dan mungkin juga tidak. Sementara, kebenaran mutlak itu hanyalah kebenaran yang terkandung dalam kitab suci (Al-Qur’an dan Hadis Shahih) atau disebut juga kebenaran wahyu.