PENDIDIKAN KERUKUNAN SEBAGAI SARANA MEWUJUDKAN HARMONISASI KEHIDUPAN BERAGAMA (Studi Normatif Praksis pada Agama-agama di Kalimantan Selatan)

Abstract

Abstact: Every religion has noble values and functions, both in the internal life of its adherents, as well as in external relations between religious followers. In internal life, religion is believed to have an educational function for its adherents. Religion provides sacred values that must be believed, provides guidance, guidelines for life, so that its adherents are properly religious and live in a harmonious and peaceful order between one another. Religion also has a saving function, that by practicing religion properly, its adherents believe they will survive in this world and the hereafter. Religion also functions in social supervision, in the sense that religion provides signs of actions that must be done and / or must be avoided, so that an orderly and safe life is created without any disturbance. Furthermore, religion also functions to foster brotherhood, both internally and between adherents of different religions. Although the religions that live in this world are different, because they have a brotherly function, the relationship between religions remains relatively harmonious from time to time. The target of fostering religious harmony is not only aimed at adults, but also aimed at school children through educational institutions. In this case outlined: Student acceptance, teaching staff, curriculum, value of the field of study, commemoration of religious holidaysAbstrak:  Setiap agama memiliki nilai dan fungsi luhur, baik dalam kehidupan internal pemeluknya, maupun dalam hubungan eksternal antar penganut agama. Dalam kehdupan internal, agama diyakini berfungsi edukatif bagi pemeluknya. Agama memberikan nilai-nilai sakral yang mesti diyakini, memberi bimbingan, pedoman hidup, sehingga pemeluknya beragama secara benar dan hidup dalam tata aturan yang rukun dan damai antar sesamanya. Agama juga berfungsi penyelamatan, bahwa dengan pengamalan agama secara benar, pemeluknya yakin mereka akan selamat hidupnya di dunia dan akhirat. Juga agama berfungsi dalam pengawasan sosal, dalam arti agama memberi rambu-rambu perbuatan yang harus dilakukan dan atau harus dijauhi, sehingga tercipta kehidupan yang tertib dan aman tanpa ada gangguan. Selanjutnya agama juga berfungsi memupuk persaudaraan, baik intern maupun antar pemeluk agama yang berbeda. Meskipun agama-agama yang hidup di dunia ini berbeda-beda, namun karena ada fungsi persaudaraan yang dimilikinya, maka hubungan antar agama boleh dikatakan tetap relatif harmonis dari masa ke masa. Sasaran pembinaan kerukunan hidup umat beragama tidak hanya diujukan kepada orang dewasa, tetapi juga ditujukan kepada anak-anak sekolah melalui lembaga pendidikan. Dalam hal ini digariskan: Penerimaan peserta didik, Tenaga pengajar, Kurikulum, Nilai bidang studi, Peringatan hari-hari besar agama.