Motif Masyarakat Menerima Money Politik Dalam Memilih Calon Kepala Desa (Studi Kasus Pemilihan Kepala Desa Di Desa Rowotamtu Kec. Rambipuji Kab. Jember)

Abstract

Politik uang merupakan hal negatif dari segala perspektif. Agama mengajarkan bahwa politik uang sama dengan riba yang dekat dengan kekufuran. Sementara dalam kehidupan sosial masyarakat, politik uang sangat dekat dengan kebodohan dan tidak kepatuhan dalam segala hal. Politik uang dapat dilihat sebagai sebuah fenomena sosial yang kompleks sebagai akibat dari ketidakmampuan diri maupun kelompok tertentu untuk memperjuangkan kepentingan-kepentingan di tengah-tengah komunitas sosialnya. Adapun rumusan masalah secara umum adalah apa motif masyarakat Desa Rowotamtu menerima money politik pada pemilihan calon Kepala Desa. Untuk mengetahui dan merealisasikan tujuan tersebut maka digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan sebagai metode penelitiannya adalah studi kasus. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif yang terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi serta keabsahan data dengan triangulasi sumber. Adapun kesimpulan secara umum adalah Motif yang mendasari masyarakat mau menerima politik uang dari para kandidat calon kepala desa atas dasar kebutuhan yang sangat kompleks dalam kehidupannya. Sehingga fenomena ini tetap menjadi hal yang terus menerus dilakukan. Key Words: Money Politik, Strategi, Komunikasi Politik, Pemilihan Kepala Desa