PERANAN GURU DALAM PEMBINAAN AKHLAK MULIA PESERTA DIDIK (STUDI KASUS DI MIS DARUL ULUM, MADIN SULAMUL ULUM DAN TPA AZ-ZAHRA DESA PAPUYUAN)

Abstract

Guru agama bertingkah laku dengan baik, maka siswanya akan mencontoh prilaku tersebut. Akan tetapi sebaliknya, jika guru agama tidak memberikan contoh yang baik, maka siswanya juga akan meniru kelakuan tersebut. Bayangan tidak akan terlihat lurus apabila tongkat itu berdiri bengkok yang artinya bagaimana murid akan menjadi baik, apabila gurunya berkelakuan tidak baik. Pengaruh negatif dari sekitar akan memperburuk pemahaman siswa tentang akhlak, yang lingkungan semula sudah diajarkan dan dapat dipahami oleh siswa bisa saja rusak atau berubah akibat pergaulan buruk yang diterimanya. Walaupun orang tuanyalah yang berperan dalam pembinaan akhlak anak-anak mereka. Akan tetapi keberadaan guru dan peran guru cenderung dapat memberikan motifasi dalam menanamkan pemahaman Akhlak pada diri anak, sehingga pemahaman tersebut bukan hanya pemahaman saja, tetapi dapat juga di amalkan. Tujuan dari penelitian ini adalah: Mendeskripsikan dan menganalisis (1)Peran guru dalam membina akhlak mulia peserta didik, (2) faktor-faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat upaya guru dalam membina akhlak mulia peserta di MIS Darul Ulum dan TPA Az-Zahra Desa Papuyuan, (3) media pembinaan siswa untuk membina akhlak mulia peserta didik di MIS Darul Ulum dan TPA Az-Zahra Desa Papuyuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus (study case). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukan (1) Peran guru Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darul Ulum dan Taman Pendidikan Al Quran Az-Zahra sangat berperan aktif dalam pembinaan akhlak siswa baik dalam kegiatan keagamaan maupun non keagamaan. Kegiatan pembinaan akhlak yang dilakukan guru seperti mengajari bagaimana caranya hormat kepada guru, tata cara hidup berdisiplin yang baik, ramah pada lingkungan, shalat wajib dan sunnah berjamaah, tahfiz, habsyi, dan lain sebagainya. (2) faktor pendukung seperti keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan tempat tinggal, dan juga tata terbit sekolah.dan penghambat keterbatasan waktu, keterbatan pengawasan, perilaku siswa, pergaulan, teknologi, kesadaran diri, dan sarana prasarana yang tidak memadai dalam membina akhlak mulia peserta didik di MIS Darul Ulum dan TPA Az-Zahra Desa Papuyuan. (3) Media pembinaan siswa untuk membina akhlak mulia peserta didik di MIS Darul Ulum dan TPA Az-Zahra Desa Papuyuan ialah guru sebagai tenaga pendidik, orang tua, dan lingkungan sekolah.