Motivasi Menikah Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran (STIQ) Amuntai

Abstract

Menikah di masa studi khususnya tingkat perguruan tinggi menurut sebagian kalangan mahasiswa adalah sesuatu yang berat. Di dalam kehidupan pernikahan yang berstatus mahasiswa, selain bertanggung jawab sebagai pelajar, individu juga bertanggung jawab terhadap kehidupan keluarga. Namun hal ini berbeda dengan sebagian mahasiswa STIQ Amuntai yang justru mereka menikah di masa studi. Fenomena ini sangat menarik untuk digali lebih dalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi apa yang mendorong mahasiswa STIQ Amuntai menikah di saat mereka masih berstatus mahasiswa. Dengan menggunkan metode kualitatif, penelitian ini menghasilkan beberapa temuan bahwa motivasi menikah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran (STIQ) Amuntai, antara lain adalah: melaksanakan sunnah Rasulullah SAW, yakin dengan janji Allah, menyempurnakan setengah agama, menjaga diri dari godaan setan dan hal-hal yang dilarang agama dan agar lebih semangat dalam kuliah dan menghafal Al Quran. Motivasi menikah mahasiswa STIQ Amuntai ini terkesan sangat normatif. Hal ini disebabkan karena sikap spiritual dan keimanan mereka yang kuat terhadap nilai-nilai ilahiah dan pesan-pesan wahyu baik Alquran atau Sunnah.