KEBIJAKAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SEKOLAH ADIWIYATA

Abstract

Penurunan moral dikalangan remaja akhir-akhir ini sangat meprihatinkan seperti pergaulan bebas dan penyalah gunaan narkoba atau obat-obatan terlarang. Data menunujukkan 63% remaja melakukan seks bebas dan menggunakan narkoba, dengan adanya sekolah adiwiyata diharapkan mampu mengurangai perilaku negatif tersebut dengan meningkatkan pembelejaran basis olmu pengetahuan, norma dan perilaku positif. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mendeskripsikan dan mengeksplorasi fenomena jenis pendidikan karakter pada “sekolah Adiwiyata” di SMPN 1 Larangan dan MTsN parteker. Eksplorasi itu di ambil dari berbagai sumber informasi untuk menjadi data penelitian dan dilakukan analisa sesuai dengan standar teori yang berlaku. Jenis penelitian yang dianggap cocok dan relevan adalah penelitian studi multi kasus (multiple case study). Hasil dalam penelitian ini model Pengambilan kebijakan yang diambil oleh SMPN 1 Larangan dan MTsN Parteker Kabupaten Pamekasan yaitu melalui rapat dengan semua pemangku kepentingan pada kedua lembaga tersebut, Namun terdapat perbedaan dalam pengambilan keputusan, dimana di SMPN 1 Larangan mengalami dua tahapan yaitu dengan rapat tim kecil, hasil keputusan rapat tim kecil di bawa kepada rapat dinas untuk diambil keputusan bersama, faktor yang berperan penting pada SMPN 1 Larangan dan MTsN Parteker dalam memperoleh sekolah dan madrasah Adiwiyata adalah adanya kebersamaan antar komponen sekolah dan madrasah dalam mempersiapkan perangkat pendukung untuk mendapatkan predikat sekolah Adiwiyata. Sementara itu faktor penghambatnya antara SMPN 1 Larangan dan MTsN Parteker memiliki problem yang sama yaitu kurang adaptasinya kelas VII (siswa baru) terhadap budaya bersih.