Proses Pelaksanaan Bimbingan Mental Keagamaan Anggota Kepolisian di Polres Metro Jakarta Timur

Abstract

The purpose of this study is as follows: To describe and analyze the planning and implementation of the achievement of the objectives, methods and materials of religious mental guidance in East Jakarta Metro Police. The method used is a qualitative approach. Some of the data collection techniques used were interviews, observation and field notes. This research was conducted for two months from April to May 2016. The research uses the theory from Zakiyah Darajat who said that religious mentality mentorship is an activity for educating people's moral in order to be similar with islamic doctrine. It means that by undertaking mentorship, people will unconsciously use religion as their guidelines for their behaviour, habits and their day-to-say activities. The study concluded that the implementation process of religious mental guidance in east Jakarta Metro Police has two stages, the first is the planning of activities, and the second phase of implementation. Keywords: Execution, Religious Mentality Mentorship, Police. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis perencanaan dan pelaksanaan pencapaian tujuan, metode dan materi dari bimbingan mental keagamaan di Polres Metro Jakarta Timur. Adapun metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara, observasi dan catatan lapangan. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan dari April sampai Mei 2016. Penelitian ini menggunakan Teori Zakiyah Darajat yang mengatakan bahwa bimbingan mental keagamaan merupakan kegiatan membina moral/mental seseorang kearah yang sesuai dengan ajaran agama. Artinya setelah pembinaan itu terjadi, orang dengan sendirinya akan menjadikan agama sebagai pedoman dan pengendalian, tingkah laku, sikap dan gerak-geriknya dalam hidup Hasil penelitian menyimpulkan bahwa proses pelaksanaan bimbingan mental keagamaan di polres metro Jakarta timur memiliki dua tahap, pertama adalah tahap perencanaan kegiatan, dan kedua tahap pelaksanaan kegiatan.  Kata Kunci: Pelaksanaan Bimbingan, Mental Keagamaan, Kepolisian.