Pendekatan Blended Learning Model Class Demonstration untuk Mengatasi Kesulitan Belajar dan Meningkatkan Prestasi Belajar Fungsi Kuadrat dan Fungsi Komposisi

Abstract

Abstrak Pembelajaran jarak jauh secara daring dari rumah mengalami berbagai hambatan dan kesulitan belajar yang dirasakan oleh peserta didik. Beberapa penelitian dan kajian pendahuluan menguatkan temuan berbagai kesulitan belajar siswa selama PJJ daring dan memerlukan solusi permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan blended learning model class demonstration agar dapat mengatasi kesulitan pembelajaran daring serta meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya materi fungsi kuadrat dan fungsi komposisi di akhir semester gasal 2021-2022. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dua siklus pada 36 siswa kelas XI  di salah satu Sekolah Kejuruan Kota Salatiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata siswa yang dapat mengatasi kesulitan belajar pra-siklus sebesar 63,33%, sedangkan setelah adanya tindakan meningkat sebesar 17% menjadi 80,33%. Capaian kenaikan prestasi belajar siswa dapat dilihat dari perolehan rata-rata nilai pra-siklus sebesar 66,94 meningkat menjadi 76,39 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 85,00 pada siklus II. Sedangkan ketuntasan kelas pra-siklus sebesar 49,07% meningkat menjadi 58,33% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 72,22% pada siklus II.   Abstract Online distance learning from home experiences various obstacles and learning difficulties feld by students. Several research and preliminary studies corroborate the findings of various student learning difficulties during online PJJ and require problem solutions. This research aims to describe the blended learning approach with class demonstration model in order to overcome online learning difficulties and improve student learning achievement, especially the material of quadratic functions and composition functions at the end of the odd semester 2021-2022. The research method uses classroom action research with two cycles on 36 students off XI class at one of vocational schools in Salatiga City. The results showed that the average number of students who could overcome pre-cycle learning difficulties was 63,33%, while after the action it increased by 17% to 80,33%. The rate of student achievement can be seen from the average pre-cycle score of 66,94 which increased to 76,39 in the first cycle and increased again to 85,00 in the second cycle. While the pre-cycle class completeness was 49,07% increased to 58,33% in the first cycle and increased again to 72,22% in the second cycle.