Model Komunikasi Dakwah di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan

Abstract

Masyarakat Madura dikenal dengan keakraban antar sesama manusia, selalu mengedepankan perilaku yang baik terhadap semua orang dan tidak pandang bulu, sopan santun yang dibudayakan dalam menjunjung citra yang baik dan menjadi suatu prioritas bagi masyarakat Madura khususnya bagi pedesaan dalam moralitas. Pola hidup masyarakat Madura tidak terlepas dari pola hidup leluhur mereka di ranah sosial, mulai dari kebiasaan hidupnya hingga pada komunikasinya. Komunikasi yang digunakan cukup berbeda-beda mulai dari model komunikasinya, intonasi, dan rangkaian kata dan kalimat sapaan mereka dalam ranah sosialnya. Dari setiap komunikasi yang digunakan memiliki berbagai macam perbedaan apalagi pada ranah pedesaan yang lebih menggunakan komunikasi secara nonverbal/ simbol, hal ini dapat menjadikan multi-tafsir, namun tidak hanya komunikasi nonverbal saja yang dilakukan akan tetapi verbal juga digunakan untuk peningkatan moralitas yang berada di desa Larangan Badung. Disamping komunikasi ini sebuah alat untuk menyampaikan pesan, maka model komunikasi sangatlah berguna dalam melakukan proses dakwah dikalangan masyarakat pedesaan khususnya di desa Larangan Badung dalam mempersuasif masyarakat dengan lebih baik, baik melalui komunikasi secara verbal (bil al-lisan) maupun nonverbal (bil al-hal). Ada tiga fokus penelitian yang menjadi kajian utama penelitian ini, yaitu Pertama Bagaimana deskripsi komunikasi dakwah dalam peningkatan moralitas masyarakat Madura di desa Larangan Badung? Kedua Bagaimana model komunikasi dakwah yang berada di desa Larangan Badung? Ketiga Bagaimana strategi penguatan moralitas komunikasi dakwah yang dilakukan masyarakat Madura di desa Larangan Badung?               Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitaif, sumber data penelitian ini adalah Aparat Desa, Tokoh Masyarakat dan Masyarakat. Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis  data melalui pengecekan, pengelompokan, dan pengkodean data. Sedangkan pengecekan keabsahan data meliputi perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, trianggulasi dan analisis kasus negatif.             Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama Deskripsi komunikasi dakwah dalam peningkatan moralitas masyarakat Madura di desa Larangan Badung menggunakan komunikasi bil al-lisan dan bil al-hal dalam dakwah diranah sosial dengan baik. Menghormati sesama orang baik ketika melintasi didepan rumah orang, ditepi jalan baik secara bil al-lisan (verbal) maupun bil al-hal (nonverbal). Kedua model komunikasi dakwah yang berada di desa Larangan Badung yaitu  model komunikasi Stimulus Respon (Nonverbal/ bil al-hal). Ketiga strategi penguatan moralitas komunikasi dakwah yang dilakukan masyarakat Madura di desa Larangan Badung adalah melalui sistem ceramah dari Tokoh Masyarakat pada komunitas muslimat dan muslimin, disekolah madrasah dan pondok pesantren, serta Tokoh Masyarakat berperan aktif, memberikan contoh secara langsung kepada masyarakat.   Kata kunci : Model Komunikasi, Dakwah,  dan  Moralitas