POLA-POLA SOPHISTIKASI DALAM PENYALAHGUNAAN GADGET DI KALANGAN ANAK (Telaah Terhadap Penyimpangan Perilaku Anak Akibat Penggunaan Teknologi Informasi)

Abstract

80 percent of all internet users include children and adolescents are 15-19 year old. They use internet to find information, to connect with their friends and for entertainment. This is easy for gadget abuse. based on the survey conducted the National Commission for Child Protection about adolescent sexual behavior in 2007, there are 97% of teenagers in Indonesia have accessed pornography. The survey involved 4,726 respondents from middle and high school students among 13-17 years old in 12 major cities. This research aims to describe: (1) The form of gadget deviation as the impact of IT abuse for teenagers. (2) the reason of the deviation, (3) the effort of stake holder in managing the gadget deviation. By using a combination of quantitative and qualitative approache, the result of this research as follows: (1) Some gadget deviations that are often done by children such as: addicted to gadgets, accessing romantic nuances that lead to pornography and accessing violent shows. (2) The background of these deviations includes: the desire of children to be accepted in the community, efforts to build self-confidence, and efforts to find identity. (3) several attempts have made to overcome gadged abuse, both by parents, teachers and government. 80 persen dari semua pengguna internet termasuk anak-anak dan remaja berusia 15-19 tahun. Mereka menggunakan internet untuk mencari informasi, terhubung dengan teman-teman mereka dan untuk hiburan. Ini mudah untuk penyalahgunaan gadget. Berdasarkan survei yang dilakukan Komnas Perlindungan Anak tentang perilaku seksual remaja tahun 2007, terdapat 97% remaja di Indonesia yang telah mengakses pornografi. Survei tersebut melibatkan 4.726 responden dari siswa sekolah menengah dan menengah berusia 13-17 tahun di 12 kota besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Bentuk penyimpangan gadget sebagai dampak penyalahgunaan TI pada remaja. (2) alasan penyimpangan, (3) upaya stake holder dalam mengelola penyimpangan gadget. Dengan menggunakan kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif, hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Beberapa penyimpangan gadget yang sering dilakukan oleh anak-anak seperti: kecanduan gadget, mengakses nuansa romantis yang mengarah pada pornografi dan mengakses tayangan kekerasan. (2) Latar belakang penyimpangan tersebut meliputi: keinginan anak untuk diterima di masyarakat, upaya membangun rasa percaya diri, dan upaya menemukan jati diri. (3) Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi penyalahgunaan, baik oleh orang tua, guru maupun pemerintah.