Upaya Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Pembentukan Karakter Remaja Di Masa Pandemi Covid-19

Abstract

The Covid-19 Pandemic period hit Indonesia and affected the learning system in schools. Schools should run distance education. This makes it difficult for teachers in schools, including Christian Religious Education Teachers, to educate children so that their character is formed. The focus of this paper is the efforts of Christian Religious Education Teachers to shape the character of teenagers during the Covid-19 pandemic. The writing uses library research methods and Bible interpretation to provide ideas about efforts to build the character of teenagers during the pandemic. These efforts include making a teaching curriculum based on Bible teaching both doctrinally and practically, which focuses explicitly on the fruit of the Spirit in this discussion. Then apply creative learning methods based on information technology. Teachers can also take an enthusiastic approach to teenagers and become trusted friends simultaneously and guide them based on the truth of God's Word. Teachers also establish communication and provide parenting classes for parents so that parents also have the provision to shape the character of Christ in their children.AbstrakMasa Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan memengaruhi  sistem pembelajaran di sekolah. Sekolah harus menjalankan pendidikan jarak jauh. Hal ini menyulitkan para guru di sekolah, termasuk guru Pendidikan Agama Kristen yang tugasnya mendidik anak-anak agar karakter mereka dibentuk. Fokus dari penulisan ini adalah usaha guru Pendidikan Agama Kristen untuk membentuk karakter anak remaja di masa pandemi Covid-19. Penulisan menggunakan metode penelitian pustaka sehingga dapat memberikan gagasan tentang upaya pembentukan karakter anak remaja tetap dapat dilakukan di masa pandemi. Usaha itu antara lain membuat kurikulum pengajaran yang berdasarkan pada pengajaran Alkitab baik secara doktrinal dan praktika yang secara khusus dalam pembahasan penulisan ini berfokus pada buah Roh. Kemudian menerapkan metode pembelajaran yang kreatif yang berbasis teknologi informasi. Guru juga dapat melakukan pendekatan secara intens kepada anak remaja dan menjadi sahabat yang dapat dipercaya sekaligus serta dapat membimbing mereka berdasarkan kebenaran Firman Tuhan. Guru juga menjalin komunikasi dan menyediakan kelas-kelas parenting bagi para orang tua sehingga orang tua juga memiliki bekal untuk membentuk karakter Kristus dalam diri anak mereka.