ANALISIS SEMIOTIKA PENDIDIKAN MORAL ANAK USIA DINI DALAM KITAB TARBIYAT AL-AULAD FI AL-ISLAM

Abstract

Pendidikan moral harus dilakukan sejak dini. Sehingga saat dewasa, seorang anak akan menjadi pribadi yang berakhlaqul karimah. Banyak masalah yang muncul di wilayah anak. Yaitu tidak memanfaatkan waktu senggang untuk membentuk psikis ataupun psikis, dan pe­ngaruh menonton film sadis-porno baik dilakukan secara langsung maupun tidak. Salah satu pemikir pendidikan Islam yang pernah membahas tersebut adalah Abdullah Nasih Ulwan. Ia selain membahas masalah tersebut juga membuat solusi untuk menangani bahkan mencegah. Tulisan ini menganalis kitab Tarbiyat al-Aulad fi al-Islam dalam kacamata semiotik. Adapun teori yang dipakai adalah tingkatan dua tahap; denotasi dan konotasi oleh Roland Barthes. Dua teks permasalahan yang dianalisis adalah kurangnya pemanfaatan waktu dan penanggulanganya, dan dampak negatif menonton film sadis dan porno.Hasil analisis teks kurangnya pemanfaatan waktu dan penanggulanganya dalam tingkat denotasi adalah waktu senggang anak harus dimanfaat orangtua untuk membentuk moral anak. Dalam tingat konotasi, pendidikan moral anak tidak hanya dibangun dalam ranah psikis atau jasmani. Maka dalam ranah operasionalnya yang harus dilakukan adalah melatih anak berlari-lari, melompat-lompat, menulis, dan sholat. Dimana semua aktifitas tersebut dapat me­me­ngaruhi kondisi psikis maupun jasmani anak. Selanjutnya, dalam ana­lisis teks pengaruh menonton film sadis-porno dan penanggul­angan­nya dalam tingkat denotasi adalah Ulwan hendak menegaskan bahwa pengaruh dari tontonan sangat mempengaruhi karakter dan moral anak. Pengaruh ini karena indra pengelihatan disuguhi gambar-gambar yang dapat merangsang pikiranya. Sehingga mendorong anak mencontoh apa yang ditonton oleh anak. Dalam tingkat konotasi, film yang baik akan mempengaruhi karakter penonton.