Strategi Pembelajaran Guru dalam Memotivasi Siswa untuk Mencari Keberkahan Ilmu di Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati Bangsri Jepara

Abstract

To get perfect results in a lesson, what must be considered is the teacher's learning strategy concerned with students. All teachers want their students to be able to provide useful results for the nation and state. In this case, the researcher concludes that the teacher's strategy in motivating students to seek the blessings of knowledge is very effective and efficient by studying the book Hidayatul Muta'alim written by Father Yai H. Taufiqul Hakim (Peesantren Pondok Peesantren Darul Falah Amtsilati). Which is read by students at the beginning and at the end of the KBM (Teaching and Learning Activities), the Hidayatul Muta'alim Book is one of the first books he wrote that discusses students' manners in seeking knowledge which refers to the Ta'limul Muta'alim Book, which consists of three languages, namely Arabic, Javanese, and Indonesian. With this strategy over time the contents of the book will enter their subconscious. So a to be able to create a generation that is highly knowledgeable, noble, and virtuous. Abstrak Upaya mendapat hasil yang sempurna dalam suatu pembelajaran, maka yang harus di perhatikan adalah strategi pembelajaran guru yang bersangkutan pada peserta didik. Semua guru pasti menginginkan anak didiknya dapat memberikan hasil yang berguna bagi bangsa maupun negara. Dalam hal ini peneliti menyimpulkan bahwa strategi guru dalam memotivasi siswa untuk mencari keberkahan ilmu sangatlah efektif dan efisien dengan mengkaji kitab Hidayatul Muta’alim karangan dari Romo kiyai H. Taufiqul Hakim (Pengasuh Pondok Peesantren Darul Falah Amtsilati). Yang dibaca oleh para siswa di awal dan di akhir KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), Kitab Hidayatul Muta’alim adalah kitab salah satu karangan beliau yang pertama kali yang membahas tentang adab siswa dalam mencari ilmu yang merujuk pada Kitab Ta’limul Muta’alim, yang terdiri dari tiga bahasa, berupa bahasa arab, bahasa jawa, dan bahasa indonesia. Dengan strategi inilah seiring berjalannya waktu isi dari kitab tersebut akan masuk ke dalam alam bawah sadar mereka. Sehingga mampu menciptakan generasi yang berilmu tinggi, berahklak mulia, serta berbudi luhur.