PERSEPSI, SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM 3 M DALAM MENGHINDARI PERSEBARAN COVID-19 (Studi kasus Masyarakat Desa Sutawinangun Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon)

Abstract

Pandemi Covid-19 dengan eksistensitas tinggi dan penyebarannya signifikan mengharuskan adanya upaya memutus matarantai sebarannya diantaranya dengan 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak). Aspek yang dikaji adalah; persepsi, sikap dan perilaku masyarakat terhadap pelaksanaan program 3M dalam menghindari persebaran covid-19 di Desa Sutawinangun Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon. Penelitian kualitatif dipilih sebagai metode untuk mengekplorasi dan memahami makna yang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusian, berfokus pada makna individual, dan menerjemahkan komplesitas suatu persoalan. Data deskriptif dikembangkan dari hasil perolehan sejumlah informasi tertulis maupun lisan dari hasil pengamatan. Setelah adanya anggota masyarakat yang terpapar dan dinyatakan zona merah covid-19, kemudian ada rencana relokasi penderita covid di Sutawinangun baru tumbuh kesadaran melaksanakan 3M. Bagaimana agar masyarakat terbuka dan siap bekerjasama pada upaya mempercepat penanganan dan pencegahan virus corona untuk kembali merasakan situasi kondusif. Upaya menyelesaikan pandemi ini mutlak diperlukan dengan 3M dan #dirumahaja dibarengi tindakan kongkret untuk melakukan aktivitas di rumah dalam menjaga kesehatan. Solidaritas masyarakat menjadi faktor penting sebagai modal sosial untuk melawan Covid-19. Masyarakat berfokus menerapkan 3M, pola hidup bersih dan sehat serta mengurangi mobilitas kerumunan dalam masyarakat untuk terhindar dari virus tersebut