Karakteristik Kepemimpinan Pesantren di Era 4.0

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikian tertua yang ada saat ini. Untuk menaungi masyarakat dalam menjaga akidah dan syariat mereka, dibutuhkan peran pesantren sebagai kiblat yang dijadikan masyarakat pemimpin untuk menjaga kultur dan budaya masyarakat yang dikhawatirkan akan tergerus oleh arus globalisasi yang terus berkembang pesat. Di era 4.0 ini banyak sekali masalah yang ditemui pesantren diantaranya kurikulum yang telah kuno sehingga kurang relefan untuk menghadapi tantangan zaman, atau pengasuh pesantren yang terhasut dalam dunia politik sehingga menganak tirikan santrinya, dan masalah lain yang tergolong baru. Hal tersebut tentunya perlu diperhatikan dan diatasi dengan membentuk karakter pesantren yang sesuai dengan peradaban saat ini, yakni diantaranya : (1) Memahami ilmu agama dan ilmu umum terutama MIPA, (2) Melek teknologi, (3) Memahami metode dakwah islam Rahmatan lil alamin, dan lain-lain. Dalam hal ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif studi pustaka dengan mengkutip dari berbagai sumber baik primer maupun sekunder, sehingga peneliti mendapat pemahaman bahwa dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan pesantren di era 4.0 ini, perlu di tanamkan karakter baru yang dapat membantu pesantren dalam menjawab tantangan zaman, agar pesantren tetap mampu membantu negara dalam menjaga akidah dan syariat masyarakat disekitarnya