PREFERENSI ORANG TUA DALAM MEMILIH PONDOK PESANTREN SEBAGAI TEMPAT PENDIDIKAN BAGI ANAK

Abstract

Setiap awal tahun ajaran baru, sudah menjadi kegiatan rutin lembaga pendidikan membuat branding dan ikon yang marketable untuk memikat para orang tua dalam memilih lembaga pendidikan sebagai tempat belajar bagi anak. Pada umumnya lembaga pendidikan menampakkan berbagai sisi positif yang dimiliki, seperti halnya ketersediaan fasilitas gedung dan profesionalisme pengajar serta keberhasilan para alumni yang sukses dengan salah satu bidang pekerjaan. Keadaan tersebut bertolak belakang dengan apa yang terjadi di pondok pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan, lembaga pendidikan ini tidak pernah mempromosikan alumninya yang sukses baik dalam dunia praktis dan pragmatis, meskipun demikian tidak sedikit para orang tua memilih pondok pesantren tersebut sebagai tempat pendidikan bagi anaknya. Berbalik antara data dan fakta maka penelitian ini mencoba mengkaji preferensi orang tua dalam memilih pondok pesantren sebagai tempat pendidikan bagi anak. Melalui pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus penelitian ini mencoba mengkaji lebih dalam tentang persepsi para orang tua terhadap pondok pesantren serta faktor yang mempengaruhi para orang tua dalam memilih pondok pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan sebagai tempat pendidikan bagi anak. Hasil penelitian menunjukkan, para orang tua memiliki persepsi bahwa sistem pondok dipandang sebagai sesuatu yang strategis, berjalan di atas nilai yang hidup pada jiwa kiyai, ustadz, dan santri yang digerakkan oleh nilai keikhlasan dan semangat pengabdian. Adapun yang menjadi faktor pendorong para orang tua memilih pondok pesantren sebagai tempat pendidikan bagi anak adalah ingin mendalami ilmu agama. Hal ini mengindikasikan adanya pergeseran kesadaran masyarakat terhadap pendidikan, yaitu peralihan orientasi kerja dari yang berorientasi kapital menuju kepada nilai spiritual. Pilihan sikap ini bagian dari aktualisasi diri para wali yang memiliki kematangan jiwa yang telah bergeser dari materi menuju meta-motivation.