Dil̄alatu Lafẓi "Fataḥa" Wa Musytaqātihi Fī Al-Qur’an Al-Karim

Abstract

Al-Qur’an Al-Karim merupakan mukjizat terbesar. Diantara mukjizat Al-Qur’an Al-Karim ialah mukjizat dari aspek kebahasaan, hal ini berkaitan erat dengan bahasa Arab, mukjizat Al-Qur’an Al-Karim terkandung dalam setiap kata dan gaya bahasa. Di dalam Al-Qur’an Al-Karim terdapat satu kata yang menunjukan makna yang banyak, hal ini dinamakan dengan musytarak lafẓi (Polisemy), seperti kata “fataha” dan derivasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai perubahan bentuk (morfologis) kata “fataha” dan derivasinya, mengetahui makna yang terkandung di dalam kata “fataha” dan derivasinya, mengetahui nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam kata “fataha” dan derivasinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dan metode yang digunakan ialah metode konten analisis. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini ialah data kepustakaan yang diambil dari sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian tentang kata “fataha” dan derivasinya menunjukan beberapa hal, yaitu: 1) Penggunaan kata “fataha” dan derivasinya dalam Al-Qur’an Al-karim dalam berbagai ayat dan surat dengan bentuk fi’il madhi,fi’il mudhari’,fi’il amr, masdar, isim fail, isim maf’ul, isim alat, dan shighat mubalaghah. 2) Makna yang terkandung dalam kata “fataha” dan derivasinya yaitu makna leksikal dan kontekstul. Makna leksikal yaitu lawan kata tertutup (terbuka) adapun derivasinya kembali pada makna asal. Makna kontekstual ketetapan, pertolongan, utusan, kemenangan, ilmu, dan hari akhir. 3) Nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam kata “fataha” dan derivasinya ialah nilai i’tiqodiyah (keyakinan), nilai khuluqiyah (etika), dan nilai amaliyah (pengalaman). Kata kunci: lafadz fataha dan derivasinya, semantik, polisemi, nilai-nilai pendidikan.