Kepemimpinan Perempuan Pada Masyarakat dalam Perspektif Sa??d Rama??n Al-B??? (Telaah Hadis Misoginis)

Abstract

Salah satu wacana yang selalu diperhitungkan dalam dunia Islam adalah kepemimpinan perempuan dalam masyarakat. Masyarakat patriarkis yang selalu menganggap rendah perempuan akan selalu menolak wacana tersebut. Dalam islam sendiri setidaknya ada 3 kelompok dalam memaknai wacana tersebut. Pertama, kelompok fundamentalis yang selalu menolak, dengan dalih seorang perempuan seharusnya mengurus internal rumah tangga. Kedua, kelompok liberal yang menelan mentah-mentah produk barat, baik kesetaraan gender, feminisme, sekulerisme dsb. Ketiga, kelompok progresif yang tidak terburu-buru mengambil konsep dari barat sebelum melakukan koreksi dan kritik. Artikel ini akan mengupas sudut pandang tokoh ternama Suriah, Sa'id Ramadhan al-Buthi dalam memahami konsep kepemimpinan perempuan pada hadits-hadits misoginis. Menurut al-B??? boleh seorang perempuan menjadi peimpin, asalkan memenuhi 2 kriteria: a) Wanita yang dicalonkan untuk pekerjaan ini harus memiliki kelebihan dan keahlian, sehingga dapat melaksanakan beban pekerjaan itu dengan baik. Kondisi ini antara kaum laki-laki kaum perempuan sama; b) Beban pekerjaan itu seharusnya tidak membawanya mengabaikan syariat dan etika yang harus dipatuhi.