Menejemen Shalat menuju Hakikat Penciptaan Manusia

Abstract

Shalat sebagai ibadah fardlu bagi semua muslim, merupakan sarana komunikasi antara hamba dengan Allah sebagai Sang Pencipta. Di dalam komunikasi ini harus terjalin keseimbangan antara zahir dan bathin dengan memadukan keduanya sehingga focus shalat yang dilaksanakan tetap dalam koridor Zikrullah (mengingat Allah) secara penuh. Agar tetap terjaga keseimbangannya, maka menjalankan shalat membutuhkan suatu tata laksana yang dalam tulisan ini disebut menejemen shalat. Menejemen Shalat bukan berarti melakukan penataan ulang mengenai pelaksanaan shalat, karena hal itu sudah ditetapkan secara baku dalam syari'at Islam. Akan tetapi ia adalah rangkaian aktivitas untuk mengelola shalat dengan segala sendi dan aspek yang sudah ada di dalam sistemnya agar dapat mencapai tujuannya yakni mengingat Allah secara penuh. Menejemen shalat terdiri dari aktivitas planning, organizing, leading/actuating, dan controlling. Fungsi-fungsi ini akan diaplikasikan sejak sebelum mulai melakukan shalat sampai shalat itu sendiri selesai dilaksanakan secara sempurna syarat dan rukunnya. Tulisan ini hadir untuk memberikan sekilas gambaran tentang bagaimana melaksanakan shalat secara khusyu' dengan mengacu pada konsep menejemen shalat. Yang simpulannya adalah bahwa fungsi vital untuk menuju kekhusyu'an itu terdapat pada aspek control yang merupakan komando tertinggi yang dipegang oleh hati (bathin).