Peningkatan Keterampilan Proses Sains Siswa Melalui Model Guided Discovery Learning Kelas XI MIPA pada Materi Suhu dan Kalor

Abstract

Abstract This research aims to find out how much the effectiveness of using guided discovery learning model on temperature and heat material to improve students' science process skills. The research design used is Class Action Research which consists of three cycles. Each cycle consists of planning, action, observation, and reflection. The subject of this research is the students of class XI MIPA 2 SMA Labschool Jakarta who have a low level of science process skill. Aspects of science process skills studied are hypothetical skills, interpretation of data, and communicate the findings. This research the step of guided discovery learning is:  stimulus, problem statement, data collection, processing data, verifikation, generalisation. The instrument used is the KPS observation sheet and students’ worksheet. The indicator of this research is 70% of students can formulate a hypothesis, interpret the data and communicate data correctly. The results showed in the first cycle that students science process skills reach 17%, cycle II 61%, and in cycle III 81%. The average in third cycle is hypothetical skill 90.28 (very good category), data interpretation 91,67 (very good category), and communication skill 79 (good category). Based on the result of research, it can be concluded that there is an improvement of students' science process skill by using guided discovery learning model on temperature and heat material. Keywords: science process skill, guided discovery learning, action research classroom Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan keterampilan proses sains peserta didik setelah diterapkan model guided discovery learning pada materi suhu dan kalor. Adapun desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus. Masing-masing siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA 2 SMA Labschool Jakarta yang mempunyai tingkat keterampilan proses sains rendah sekali. Aspek keterampilan proses sains yang diteliti adalah keterampilan berhipotesis, interpretasi data, dan mengkomunikasikan hasil penemuan. Dalam penelitian ini langkah dari guided discovery learning yaitu: stimulus, problem statement, data collection, data processing, verifikasi, dan generalisasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi KPS dan Lembar Kerja Peserta Didik. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah apabila 70% Peserta didik dapat merumuskan hipotesis, interpretasi data dan mengkomunikasikan data dengan benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I keterampilan proses sains siswa mencapai 17%, siklus II 61%, dan pada siklus III 81%. Rata-rata nilai LKS pada siklus tiga adalah: keterampilan hipotesis 90,28 (kategori sangat baik), interpretasi data 91,67 (kategori sangat baik), dan keterampilan komunikasi 79 (kategori baik). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan proses sains peserta didik setelah diterapkan model guided discovery learning pada materi suhu dan kalor. Kata-kata Kunci: keterampilan proses sains, guided discovery learning, penelitian tindakan kelas