DINAMIKA SOSIAL PENENTUAN AWAL BULAN HIJRIAH DI INDONESIA

Abstract

Penentuan Awal Bulan Hijriah di Indonesia selalu menjadi perhatian masyarakat Islam Indonesia khsusnya pada bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah karena tiga bulan tersebut sering mengalami perbedaan. Fenomena ini berbeda jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei yang cenderung memiliki keputusan bulat dalam penentuan awal bulan Hijriah. Tulisan ini mencoba untuk melihat fenomena tersebut dalam perspektif Pierre Bourdieu melalui Teori Habitus dan Teori Modal yang mempunyai pengaruh kuat dalam dinamika sosial di masyarakat. Merujuk pada teori tersebut, Dinamika Penentuan Awal Bulan Hijriah merupakan sebuah pertarungan modal antar ormas-ormas Islam Indonesia yang meliputi modal sosial, ekonomi, budaya dan simbolik meskipun Kementerian Agama RI telah menggunakan kriteria imkanurrukyat sebagai jalan tengah atas perbedaan yang ada. Selain itu, adanya terminologi Madzhab Hisab dan Madzhab Rukyat dalam wacana kalender Hijriah di Indonesia menunjukkan adanya simbolsimbol kekuasaan yang pada akhirnya akan menimbulkan kekerasan simbolik diantara kedua madzhab tersebut.