Membongkar Misteri Gerakan Sosial Islam (Studi Analisis Visi, Misi dan Fenomenologis Komunitas Jamaah Tabligh)

Abstract

Jamaah Tabligh merupakan dakwah Islam yang lahir dibidani oleh Maulana Muhammad Ilyas pada tahun 1926 di distrik Deoband India, mulai masuk dan berkembang di Jawa Timur pada awal dekade delapan puluhan. Namun demikian sampai sekarang institusi Islam tersebut masih merupakan sesuatu yang sangat mesteri bagi mayoritas umat Islam di Jawa timur. Berdasar realita sosial di atas tulisan ini berusaha untuk dapat mengungkap visi dan misi yang ingin dicapai gerakan sosial Islam tersebut, dengan cara melakukan telaah dokumentasi yang diperoleh dari literature bacaan hasil karya para tokoh dan praktisi amalan jama‘ah tersebut. Kemudian studi ini juga menyingkap fenomena sosial dari perspektif kehidupan sehari-hari, dalam komunitas Jamaah Tabligh desa Temboro, Magetan, Jawa Timur sehingga pendekatan yang digunakan adalah analisis visi, misi dan pendekatan fenomenologis.Melalui telaah dokumentasi diperoleh temuan Jamaah Tabligh mempunyai  dua visi pokok yaitu : meningkatkan kualitas keilmuan Islam bagi umat seluruh alam, dan berusaha memproduk kembali, agar umat Islam seluruh alam, memiliki  perilaku sosial keagamaan persis seperti pada zaman Nabi dan sahabatnya di kota Madinah, sedang misi yang diupayakan ada dua bentuk kegiatan yakni: melaksanakan sosialisasi ta‘lim dengan cara gerak dari satu masjid ke masjid yang ada di seluruh alam, dan berupaya untuk membentuk suasana belajar di setiap masjid umat Islam di seluruh alam. Berdasar studi latar diperoleh temuan bahwa komunitas Jamaah Tabligh desa Temboro, Magetan, telah berhasil membentuk individu warganya, memiliki skema kognitif, sehingga individu tersebut telah memiliki kepahaman tentang perlunya belajar agama, pentingnya belajar agama dan kebutuhan untuk membentuk suasana belajar agama, sehingga skema kognitif tersebut mempunyai peran yang cukup signifikan dalam membentuk masyarakat belajar dan berperan dalam mewujudkan perubahan perilaku sosial keagamaan.