Terjemahan Pantun Melayu ke Dalam Bahasa Inggris Oleh Katharine Sim: Suatu Analisis Kesepadanan Terjemahan

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi penerjemahan, strategi pemindahan pola rima, dan strategi pemindahan pola metris pada terjemahan pantun Melayu ke dalam bahasa Inggris oleh Katharine Sim. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan analisis isi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 bait pantun cinta dalam dua bahasa yang berbeda, pantun Melayu dan terjemahannya ke dalam bahasa Inggris. Data dalam penelitian ini berupa kata, frase, atau kalimat yang terdapat dalam 10 bait pantun Melayu dan terjemahannya. Analisis data dilakukan dalam empat bagian, yaitu strategi struktural, strategi semantis, strategi pola pemindahan rima, strategi pola pemindahan metris. Dari hasil temuan menunjukkan penggunaan strategi struktural penambahan paling banyak digunakan oleh Katharine Sim (57,27%), pengurangan (2,73%), dan transposisi (40%). Strategi semantis yang digunakan Katharine Sim adalah pungutan (4,44%), padanan budaya 33,33%, analisis komponensial (20%), penyusutan (0%), perluasan (2,22%), penambahan (4,44%), penghapusan (11,11%), dan modulasi (24,44%). Katharine Sim tidak memperhatikan pola rima dalam terjemahannya. Hanya 20% (baris 1 dan 3) dan 0% (baris 2 dan 4) yang mengikuti pola rima a-b-a-b yang 100% dalam BS. Katharine Sim memperhatikan pola metris dalam menerjemahkan pantun ke dalam bahasa Inggris. Jumlah suku kata rata-rata dalam pantun BS adalah 9, sedangkan dalam terjemahannya rata-rata 8 suku kata. Di satu sisi, pola pemindahan metris masih mencerminkan bentuk pantun asli, tetapi di sisi lain, karena adanya pemadanan struktur dan pemindahan pola rima yang tidak mengikuti pola rima a-b-a-b, hasil terjemahan pantun Melayu ke dalam bahasa Inggris oleh Katharine Sim kehilangan “jiwa” nya dalam merasakan makna pantun.