Religiusitas-Spiritualitas Effect Dalam Formalistik Pendidikan

Abstract

Secara sederhana pendidikan dimaknai sebagai upaya untuk melahirkan manusia terdidik (being educated), yang secara normatif bercirikan kritis, rasional, social, bertaqwa, bermoral dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Jika dunia pendidikan kemudian disebut-sebut ikut mempunyai andil (untuk tidak mengatakan paling bertanggung jawab) terhadap terjadinya krisis multi dimensional yang melanda bangsa ini, itu tak lain karena kehidupan social dan dunia pendidikan memiliki tali-temali yang erat. Pendidikan sebagai salah satu pranata social, sudah tentu tidak bisa lepas dari keterpengaruhan saling budaya. Sehubungan dengan itu, mengamati dunia pendidikan tentu tidak cukup hanya dengan melihat problem internal pendidikan, misalnya dari sudut pandang komponen pendidikan, tetapi tidak bisa tidak, harus dengan berbagai perspektif, misalnya budaya, social, ekonomi, politik, sejarah, filsafat dan lain-lain. Bahkan beberapa hal ini sangat menentukan corak atau wajah dunia pendidikan. Makalah sederhana ini akan melihat serba sedikit dunia pendidikan kita dari sudut pandang kefilsafatan. Hal ini dimaksudkan untuk menemukan akar persoalan atau problem mendasar yang bermain dalam dunia pendidikan kita, agar kemudian kita dapat mengambil sikap sesuai dengan posisi masing-masing.