Toward A Constructive Postmodern Pluralism on the Perspectives of Alfred North Whitehead and David Ray Griffin

Abstract

Tidak bisa dipungkiri perkembangan pemikiran keagamaan selalu memberikan corak yang dinamis, salah satunya adalah pemikiran tentang posmodernisme. Kaitannya dengan hal tersebut istilah pluralism posmodern konstruktif merupakan salah satu pemikiran posmodern yang menjadi kajian utama dalam tulisan ini. Meskipun banyak yang menolak penggunaan kata posmodernisme karena banyaknya asumsi yang berkembang namun istilah tersebut mempunyai kegunaan lebih dalam menyelami pemikiran-pemikiran yang berkembang saat ini. Saya menggunakan istilah tersebut untuk membedakan dua macam pluralism; 1) pluralism modern yang mencari kesamaan dasar pada tiap tradisi agama yang berbeda, dan 2) pluralisme posmodern yang menolak setiap pencarian dasar kesamaan berdasarkan penekanan terhadap keragaman dan keutamaan agama. Dari situ, artikel ini menjelaskan tentang ide-ide seputar pluralisme posmodern konstruktif (constructive postmodern pluralism). Selain itu, pembahasan dalam artikel ini lebih banyak bertumpu pada pemikiran dua tokoh, yakni Alfred North Whitehead, yang diperkenalkan dan dikembangkan oleh Cobb, dan David Ray Griffin. Pluralisme yang diusung dua tokoh ini melampaui gagasan pluralisme yang dijelaskan oleh John Hick, yaitu pluralisme yang menempatkan agama dalam posisi dasar the same down deep.