METODE PEMBINAAN KEAGAMAAN YANG EFEKTIF BAGI NARAPIDANA/TAHANAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II-B LUMAJANG

Abstract

Bentuk kegiatan yang akan dilakukan untuk para napi/tahanan adalah belajar baca al-Qur’an, ceramah agama dan melengkapi buku bacaan yang ada di perpustakaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-B Lumajang. Dengan demikian harapannya untuk menjadikan mereka insaf. Manfaaat dari penelitian ini; 1). Dapat memberikan pendidikan dan wawasan keagamaan bagi Narapidana/Tahanan berupa wawasan ilmu tentang aqidah, ibadah, dan akhlaq. 2). Sebagai pegangan/pedoman bagi bagi Narapidana/Tahanan untuk berbuat hal yang positif selama menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-B Lumajang. 3). Sebagai alat untuk mewujudkan Narapidana/Tahanan menjadi menyadari (insyaf) akan kesalahan yang telah diperbuat. 4). Menyiapkan Narapidana/Tahanan untuk menjadi anggota masyarakat yang berguna apabila telah bebas. Hasil dari uji coba tiga metode yang paling efektif adalah mengkombinasikan antara metode ceramah dan metode personal approach. Adapun kelebihannya sebagai dasar acuan adalah dalam aspek penyampaian materi mudah dipahami oleh para napi/tahanan sehingga mereka menyukai kombinasi metode tersebut. Dari aspek waktu, para napi/tahanan bisa lebih efesien waktu yang ada sehingga dapat menjadi acuan metode pembinaan keagamaan di Lapas. Seyogyanya Kementrian Agama menambah penyuluh/pembina keagamaan yang secara spesifik menangani penyuluhan khususnya pembina perempuan. Dengan demikian ada pemisahan pembinaan keagamaan.