Penerapan metode resitasi dan Simulasi untuk Meningkatkan Kemampuan kognitif Siswa

Abstract

Metode pemberian tugas belajar atau resitasi merupakan metode mengajar yang berupa pemberian tugas oleh guru kepada siswa, dan kemudian siswa harus mempertanggung jawabkan atau melaporkan hasil tugas tersebut sedangkan Metode simulasi sebagai metode mengajar merupakan kegiatan untuk menirukan suatu perbuatan. Menurut Abu Ahmadi simulasi (simulation) berarti tiruan atau suatu perbuatan yang bersifat pura-pura saja. Adapun fokus dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari? 2) Apa saja kelebihan dan kelemahan Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari? 3) Apa saja kendala-kendala Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari? Adapun tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk Mengetahui Kemampuan Kognitif Siswa Dengan Denggunakan Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari 2) Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari 3) Untuk Mengetahui kendala-kendala Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif karena peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dengan peserta didik dan guru kelas yang berada di MI Nurul Islam Mojosari Tahun Pelajaran 2017/2018 Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang.