Pengaruh terapi murottal terhadap denyut nadi dan pernafasan pada bayi dengan berat badan lahir rendah

Abstract

Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih jauh dari target yang harus dicapai. AKB baru lahir di Indonesia mencapai 35 per 1000 kelahiran hidup. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab kematian pertama pada bayi baru lahir di Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murottal terhadap kestabilan denyut nadi dan pernafasan pada bayi dengan BBLR di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Agung. Desain penelitian menggunakan quasi eksperiment dengan pretest-posttest without control group. Subjek penelitian sebanyak 12 bayi dengan BBLR. Tehnik sampling dengan menggunakan consecutive sampling. Kelompok eksperimen mendapatkan terapi murottal Surat Ar Rahman dengan durasi 60 menit selama 3 hari dengan menggunakan speaker active kekuatan bunyi 50-60 dB. Analisis data menggunakan uji statistik paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan penurunan rerata denyut nadi sebelum dan setelah treatmen didapatkan mean 161,50 dan 151,60 dengan nilai p value 0,001 (p kurang dari 0,05). Penurunan rerata pernafasan sebelum dan setelah treatmen didapatkan mean 67,00 dan 58,50 dengan p value 0,001 (p kurang dari 0,05). Terapi murottal berpengaruh terhadap frekuensi denyut nadi dan pernafasan bayi dengan berat badan lahir rendah. Terapi murottal dapat digunakan sebagai alternatif treatmen didalam terapi keperawatan komplementer dalam memberikan asuhan keperawatan bayi di ruang perinatologi.