Desain Kerangka Silabus Berbasis Tugas pada Mata Kuliah Bahasa Inggris Umum Berdasarkan Analisis Kebutuhan dan Analisis Situasi Mahasiswa Teknik Sipil UKI Toraja

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan Kebutuhan belajar bahasa inggris umum, dan mendesain kerangka Silabus Berbasis Tugas pada Mata kuliah Bahasa Inggris Umum Berdasarkan Analisis Kebutuhan dan Analisis Situasi Mahasiswa Tehnik Sipil UKI Toraja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan (Research and development/R&D). Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Tehnik Sipil UKI Toraja sebanyak 60 mahasiswa. Dalam mengumpulkan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan instrumen Angket, dan Wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan tehnik Miles dan Huberman (2002: 16). Teknik analisis data ini meliputi tiga langkah pokok yaitu: 1) reduksi data, 2) penyajian data, 3) penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Ketiga langkah ini dilakukan secara terus menerus sejak awal. Untuk menganalisis data angket dari informasi yang sudah dikumpulkan dari responden selanjutnya dianalisis. Teknik analisis yang kami terapkan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan persentase dan frekuensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Kebutuhan belajar Mahasiswa Tehnik Sipil UKI Toraja yakni: Kegiatan Pembelajaran yang dibutuhkan meliputi Kegiatan Pembelajaran dalam bentuk tatap muka, penugasan terstruktur, kegiatan mandiri tak terstruktur. Kebutuhan mahasiswa tentang metode pengajaran yakni belajar secara berkelompok, belajar secara berpasangan, dan belajar sendiri. Topik pelajaran yang disukai dalam belajar Bahasa Inggris Umum, mahasiswa menyukai materi tentang IPTEKS, materi Bahasa Inggris Umum yang kontekstual, dan materi kegiatan sehari-hari. Desain kerangka Silabus Berbasis Tugas pada Mata kuliah Bahasa Umum Inggris didasarkan pada Analisis Kebutuhan dan Analisis Situasi Mahasiswa Tehnik Sipil UKI Toraja yang merefleksikan Kegiatan Pembelajaran dalam bentuk tatap muka, penugasan terstruktur, kegiatan mandiri tak terstruktur.