PENDEKATAN HERMENEUTIC DAN TEOLOGIS STUDI ISLAM PADA ANAK

Abstract

ABSTRAKTulisan ini berupaya menyajikan sebuah penafsiran dengan pendekatan teori hermeneutika dan teologis terhadap studi Islam bagi anak. Dimana studi Islam kini tidak lagi hanya terbatas pada wilayah fikih, kalam, tasawuf, dan filsafat, tetapi juga mulai bersentuhan dengan aneka perspektif dan metodelogi dalam berbagai bidang keilmuan seperti ilmu-ilmu sosial dan ilmu pendekatan, seperti pendekatan hermeneutika dan teologis yang merupakan salah satu metodelogi pendekatan keilmuan yang lahir dari dunia barat. Dengan karakteristik dan sejarah yang berbeda maka akan ada perbedaan, pro dan kontra terhadap hasil dari kedua pendekatan ini.Kajian Islam mengenai anak kini juga menjadi perhatian yang sangat menarik. Karena pada era globalisasi saat ini sangat dibutuhkan studi tentang anak khususnya studi agama (Islam). Dimana agama menjadi kontrol dan pendidikan yang mendasar bagi anak. Pendidikan agama berperan penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian yang baik untuk anak. Melihat dari studi agama Islam akan di teliti menurut pendekatan hermeneutic dan pendekatan teologis, sehingga akan lahir pemikiran-pemikiran baru yang tetap menjadi kontrol yaitu agama. Metode dalam penelitian ini yaitu kajian pustaka, dimana informasi dan data-data dikumpulkan dari berbagai sumber seperti buku dan jurnal.Hasil pembahsannya bahwa pendekatan hermeneutic dan teologis studi Islam pada anak merupaka upaya untuk memahami teks, penulis, dan pembaca. Ketiga elemen tersebut membentuk jaring-jaring pemaknaan hermeneutis. Model pembacaan hermeneutika berusaha mencari makna obyektif dari teks. Obyektivitas tersebut tidak dimaknai sebagaimana positivisme, yang menyatakan bahwa apa yang kita pahami merupakan cermin dari realitas yang sebenarnya. Hermeneutika sebagai ilmu menjadi suatu metode atau cara untuk menafsirkan simbol yang berupa teks atau sesuatu yang diperlukan sebagai teks untuk dicari arti dan maknanya, di mana metode hermeneutika ini mensyaratkan adanya kemampuan untuk menafsirkan masa lampau yang tidak dialami, kemudian dibawa ke masa sekarang. Sementara pendekatan teologis memahami agama yang menekankan bentuk formal simbol-simbol keagamaan, mengklaim sebagai agama yang paling benar, yang lainnya salah sehingga memandang bahwa paham orang lain itu keliru, kafir, sesat, dan murtad. Pendekatan teologis normatif dalam memahami agama secara harfiah dapat diartikan sebagai upaya memahami agama dengan menggunakan kerangka ilmu ketuhanan yang bertolak dari suatu suatu keyakinan bahwa wujud empiris dari keagamaan dianggap sebagai yang paling benar dibandingkan dengan yang lainnya. Kata Kunci: Studi Islam, Hermeneutika, Teologi, Pendekatan, Anak