Konseling dalam Konteks Agama Pluralisme

Abstract

ABSTRAK Agama dalam konteks konseling pluralisme agama merupakan suatu sistem nilai yang bersifat universal. Agama yang bersifat universal, selanjutnya akan menciptakan daya cipta rasa kepada manusia dalam konteks realitas sosial yang ada. Meskipun perhatian umat tertuju sepenuhnya kepada adanya satu dunia yang tidak dapat dilihat (akhirat), namun agama juga melibatkan dirinya dalam masalah-masalah kehidupan sehari-hari di dunia. Agama senantiasa digunakan untuk menanamkan keyakinan ke dalam hati sanubari para pemeluknya terhadap berbagai permasalahan yang tidak mampu dijangkau akal fikiran manusia. Perbedaan keyakinan tidak menjadi kendala dalam proses pelayanan konseling. Hal tersebut bisa ditemukan dalam tulisan ini yang menyajikan pelayanan konseling perspektif islami dan barat. Agama dalam konteks konseling pluralisme agama merupakan suatu sistem nilai yang bersifat universal. Agama yang bersifat universal, selanjutnya akan menciptakan daya cipta rasa kepada manusia dalam konteks realitas sosial yang ada. Meskipun perhatian umat tertuju sepenuhnya kepada adanya satu dunia yang tidak dapat dilihat (akhirat), namun agama juga melibatkan dirinya dalam masalah-masalah kehidupan sehari-hari di dunia. Agama senantiasa digunakan untuk menanamkan keyakinan ke dalam hati sanubari para pemeluknya terhadap berbagai permasalahan yang tidak mampu dijangkau akal fikiran manusia. Tulisan ini bertujuan memperkenalkan dan menjelaskan tentang konseling dalam konteks pluralisme agama