Analisa Dampak Penentuan Metode Penyusutan Aktiva Tetap Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Studi Kasus Pada STIE Syari’ah Bengkalis

Abstract

Setiap perusahaan wajib menerbitkan laporan keuangan, yang memberikan informasi mengenai hasil usaha, perubahan posisi keungan kepada pihak yang memerlukan. Dalam menyusun laporan keuangan, perusahaan memiliki keleluasaan untuk memilih metode dan teknik sepanjang metode yang dipilih tersebut ada dalam SAK (Standar Akuntansi Keuangan). Aktiva tetap adalah kekayaan perusahaan yang memiliki wujud, mempunyai manfaat ekonomis lebih dari satu tahun dan diperoleh dari perusahaan untuk melaksanakan kegiatan perusahaan dan bukan untuk dijual. Penyusutan atau depresiasi aktiva tetap adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi. Penyusutan merupakan proses alokasi dari harga perolehan aktiva tetap berwujud selama periode yang menerima manfaat atas penggunaannya. Penyusutan digunakan untuk penyusutan aktiva tetap berwujud yang dapat diganti. Oleh karena itu penulis ingin membahas mengenai metode penyusutan dan membandingkan antara metode garis lurus dan metode saldo menurun serta menentukan metode mana yang lebih efektif dalam menghitung penyusutan dan menghasilkan pendapatan yang lebih baik bagi perusahaan Pemilihan metode akuntansi memiliki dampak yang sangat besar terhadap laporan keuangan yang dihasilkan. Dengan demikian dimungkinkan perusahaan yang sebenarnya memiliki kinerja yang sama dapat melaporkan hasil yang berbeda. Tulisan ini mencoba untuk mengetengahkan dampak pemilihan metode penyusutan terhadap perhitungan beban penyusutan aktiva tetap berdasarkan standar akuntansi keuangan.