ALAT PENYARING ASAP SEDERHANA

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan massa kapas dan keadaan fisik asap setelah penyaringan dari kedua sumber asap yaitu kertas dan rokok, kemudian membandingkan besar massa kapas dari masing-masing sumber asap, dan untuk mengetahui sumber asap mana yang lebih banyak mengandung partikel debu dan gas-gas berbahaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dimana dilakukan pada alat penyaring yang terbuat dari kaleng. Didalamnya terdapat kipas CPU, kapas, arang, dan balok es, yang berguna untuk mengisap dan menyaring asap dari kedua sumber. Kemudian diukur massa kapas dan mengamati keadaan fisik asap sebelum dan sesudah penyaringan dengan variasi tegangan yaitu 6 V, 9 V, dan 12 V. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Pada percobaan dengan menggunakan sumber asap kertas diperoleh pertambahan massa yang sama pada tegangan 6 V, 9 V, dan 12V yaitu 0,0001 kg. Sedangkan pada percobaan dengan menggunakan sumber asap rokok yang bervariasi yaitu 0,0001 kg pada tegangan 6 V; 0,0002 kg pada tegangan 9 V, dan 0 kg pada tegangan 12 V. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa sumber asap dan besar tegangan mempengaruhi tingkat keefektifan dari penyaringan. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan pertambahan massa kapas setelah proses penyaringan.