“Yang Menang” di dalam Kitab Wahyu

Abstract

Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk membahas pokok permasalahan tentang “Yang Menang” di dalam Kitab Wahyu (2:7, 11, 17, 26; 3:5, 12, 21; 5:5;6:2;15:17:14; 21:7). Pokok masalah tersebut lahir dari konteks penganiayaan dan pemenjaraan umat, yang menimbulkan krisis hidup yang sangat besar, sekaligus itu pula sebagai isu krusial dalam tulisan ini. Pembahasan diawali dengan mengulas pemakaian kata “yang menang” di dalam Kitab Wahyu. Pemakaiannya sangat signifikan di dalam Kitab Wahyu dibanding dengan pemakaian di dalam kitab-kitab lain di dalam Perjanjian Baru. Adapun hasil penelitian ini adalah: Pertama, ketakutan akan masa depan semakin sirna sebab Sang Kristus dikenal secara baru. Ini mengandung dimensi penghiburan bagi jemaat yang ketakutan kala itu hingga kini. Kedua, spiritualitas komunikasi Sang Kristus dan jemaat adalah spiritualitas yang membebaskan. Roh mengkomunikasikan keadaan ketujuh jemaat. Roh menyuarakan rencana ilahi atas konteks sosial dan konteks teologis. Ketiga, “yang menang” mampu menghadapi tantangan yang berat. Mengapa? Sebab kehadiran ilahi Kristus ada bersama jemaat yang menderita tersebut. Keempat, menyadari dan meyakini diri sebagai bagian dari “yang menang”, ecclesia triumphans, yaitu kemenangan Kristus, akan meringankan penderitaan akibat penganiayaan.Kata Kunci: Yang menang, wahyu