Sejarah Penafsiran Ajaran Paulus Mengenai Pembenaran Oleh Iman

Abstract

AbstractNo one can be justified before God for doing good deeds. No matter how good a man is, if he does not believe in Jesus Christ, the Son of God, he will not be saved from the wrath of God to come. There is no human being who is right before God, and no sinful man can save himself in any way. The only way out is in the way that God has given to the problem of all sinners, by sending Jesus Christ to the world to die for sinners. "And for this he came, so that every man believed in him, who was sent by God" (John 6:29). The Bible teaches that salvation is only obtained because of faith in Jesus Christ. Jesus Christ is the object of that faith. This salvation is known as the statement "Justified by faith. Paul explained this teaching in each of his writings. This teaching of justification by faith has been repeatedly denied by some people who disagree with Paul's opinion. The history of the church from the early centuries to the present has proven the variety of understandings that have emerged from this teaching, but one important thing is that sinful humans are justified by their faith in Jesus Christ before God.Keywords: Paul;history; justified by faith.AbstrakTidak ada seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah karena telah melakukan perbuatan baik. Sebaik apa pun manusia, jika dia tidak percaya kepada Yesus Kristus, Anak Allah maka ia tidak akan selamat dari murka Allah yang akan datang. Tidak ada seorang pun manusia yang benar di hadapan Allah, dan tidak ada seorang manusia berdosa yang dapat menyelematkan dirinya sendiri dengan cara apa pun. Satu-satunya jalan keluar adalah dengan cara yang Allah telah berikan untuk masalah semua orang berdosa, yaitu dengan mengutus Yesus Kristus ke dunia untuk mati bagi orang berdosa. “Dan untuk itulah Dia datang, yaitu supaya setiap orang percaya kepada Dia, yang telah diutus oleh Allah” (Yohanes 6:29). Alkitab mengajarkan bahwa keselamatan hanya diperoleh karena iman kepada Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah obyek iman tersebut. Keselamatan ini dikenal dengan pernyataan “Dibenarkan karena iman. Paulus menjelaskan ajaran ini dalam setiap tulisannya. Ajaran pembenaran oleh iman ini telah berulang kali disangkal oleh beberap orang yang tidak setuju dengan pendapat Paulus. Sejarah gereja mulai dari abad permulaan sampai pada masa sekarang ini telah membuktikan beragamnya pemahaman yang muncul terhadap ajaran ini, namun satu hal yang terpenting adalah bahwa manusia berdosa dibenarkan oleh iman mereka kepada Yesus Kristus di hadapan Allah.Kata Kunci: Paulus; sejarah; iman; dibenarkan oleh iman.