CLENICAL POLITICAL IMPLICATIONS IN WOMEN'S POLITICAL PARTICIPATION AT KAILI COMMUNITIES IN THE PALU VALLEY

Abstract

Salah satu fenomena dalam realitas politik yang muncul setelah masa Orde Baru adalah menguatnya politik klen pada masyarakat lokal yang masih mengandalkan hubungan genealogik. Dalam upaya mendorong pelibatan perempuan dalam proses politik, kecenderungan politik klen telah mendegradasi semangat peningkatan partisipasi politik perempuan. Partisipasi politik perempuan dalam lembaga sosial politik pada masyarakat lokal akan didasarkan pada faktor genealogik. Pada masyarakat Kaili di Lembah Palu  misalnya, meningkatnya partisipasi politik perempuan terbentuk karena perempuan berasal dari klen dominan dan masih terikat dalam satu ikatan persaudaraan dengan fungsionaris parpol dan lembaga politik lainnya sehingga mudah terlibat pada proses politik. Hubungan genealogik antara perempuan anggota klen dominan dengan pemimpin dan tokoh sentral klen dominan memberi ruang partisipasi perempuan dalam politik  Klen dominan secara genealogik terkait hubungan kekerabatan dengan golongan bangsawan yang pernah memiliki kekuasaan adat pada masa pemerintahan kerajaan. Distribusi peran perempuan klen dominan pada posisi strategik di lembaga sosial politik diarahkan untuk memporkokoh jangkauan kepentingan klen dalam kekuasaan politik.  Implikasi peranan klen dalam partisipasi politik perempuan meningkatkan  rekruitmen perempuan anggota klen dominan secara jumlah namun peran dalam kegiatan lembaga justeru tereduksi dan melemah.