MODAL SOSIAL DALAM MEMBINGKAI KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI SURAKARTA (Studi Kasus di Kecamatan Serengan dan Jebres)

Abstract

Surakarta dan sekitarnya merupakan daerah yang keadaan sosial keagamaannya sangat dinamis, dimana semua agama dan beberapa aliran kepercayaan ada. Hal tersebut merupakan modal sosial dalam membentuk kerukunan umat beragama. Penelitian ini mengambil seting di Kecamatan Serengan dan Kecamatan Jebres sebagai representatif tingkat kepadatan penduduk yang tingi dan rendah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menggambarkan tingkat nilai modal sosial dan kerukunan umat beragama, serta hubungan keduanya. Besaran tingkat nilainya dicari dengan perhitungan rerata, sedangkan hubungan keduanya menggunakan alat analisis regresi sederhana. Hasil perhitungan menunjukan tingkat nilai modal sosial dan kerukunan umat beragama masuk kategori tinggi yaitu  70.17 dan 67.19. Sedangkan pengaruh Modal Sosial terhadap Kerukunan Umat Beragama digambarkan dengan persamaan Y = a + bX atau 38,662 + 0,123X, yang berarti konstanta sebesar 38.662 menyatakan bahwa jika tidak ada nilai Modal Sosial maka nilai Kerukunan Umat Beragama sebesar 38.662, dan koefisien regresi X sebesar 0.123 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 nilai Modal Sosial, maka nilai Kerukunan Umat Beragama bertambah sebesar 0.123.