Praktik Plularisme di Pondok Pesantren Ngalah

Abstract

Konsep multikulturalisme menjadi suatu kebutuhan yang tepat untuk menjawab kekhawatiran intoleransi, seperti yang sudah diterapkan oleh K.H. M. Sholeh Bahrudin, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan. Beliau menerapkan Islam dan multikulturalisme di Pondok Pesantren yang ajaranya dapat diserap oleh santri serta masyarakat di kabupaten Pasuruan khususnya. Fokus penelitian yang digali adalah tentang praktik pluralisme di Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K.H. M. Sholeh Bahrudin konsisten dalam memperjuangkan ajaran dan sikap pluralisme di Pondok Pesantren Ngalah. Pertama, dibuktikan dengan tingginya praktik toleransi umat beragama di tengah-tengah Pondok Pesantren Ngalah. Kedua, Pondok Pesantren Ngalah teguh dalam menjalin kerukunan umat beragama. Secara spesifik, keterlibatan Kiai Sholeh dalam membangun kerukunan umat beragama di kabupaten Pasuruan ini, menjadi bukti secara nyata dan harus dilanjutkan secara estafet oleh para santri.The concept of multiculturalism becomes an appropriate need to address intolerance concerns, as K.H. M. Sholeh Bahrudin—founder and caretaker of the Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan—did. He implements Islam and multiculturalism in Pondok Pesantren Ngalah where his teachings can be absorbed by santris and the social community in Pasuruan. This research aims to explor the practices of pluralism in Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan. Here I use phenomenology approach. The results show that K.H. M. Sholeh Bahrudin is consistent in practicing the teachings and attitudes of pluralism in Pondok Pesantren Ngalah. First, evidenced by the high practice of religious tolerance in the middle of Pondok Pesantren Ngalah. Second, Pondok Pesantren Ngalah always establishes religious harmony. Specifically, the involvement of Kiai Sholeh in establishing religious harmony in Pasuruan becomes a real evidence and must be continued by the santris.