Ekstrak Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) Menurunkan Hitung Eosinofil Bronkus pada Tikus Wistar Model Asma Alergi

Abstract

Paparan alergen pada saluran napas secara berulang memicu terjadinya reaksi asma alergi. Asma alergi diinduksi oleh degranulasi sel mast yang melepaskan mediator proinflamasi seperti histamin, leukotrien, dan prostaglandin yang memicu terjadinya inflamasi bronkus yang ditandai dengan peningkatan eosinofil bronkus. Peningkatan eosinofil bronkus dapat ditekan oleh asam kafeat dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak patikan kebo terhadap hitung eosinofil bronkus pada tikus Wistar model asma alergi. Subyek penelitian berupa 25 ekor tikus Wistar jantan dengan berat badan ± 200 g dan berumur 6 minggu, dibagi dalam 5 kelompok yaitu: Kontrol (K), Asma alergi (A), ekstrak patikan kebo 10 (P1), 15 (P2), 20 mg/tikus/hari (P3). Hitung eosinofil bronkus postes diukur setelah 28 hari perlakuan. Hitung eosinofil bronkus dianalisis dengan SPSS versi 23.0 menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan uji post hoc multiple comparison Tukey. Tingkat kemaknaan digunakan p<0,05. Hitung eosinofil bronkus tikus P1, P2, dan P3 lebih rendah secara bermakna dibanding tikus Asma Alergi (p<0.05). Patikan kebo mampu menurunkan jumlah eosinofil bronkus pada tikus Wistar model asma alergi.