Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pre Eklamsia Berat di Rumah Sakit Umum Pringsewu

Abstract

Pre eklampsia merupakan salah satu komplikasi yang menyumbang angka kematian Ibu. Kejadian pre eklampsia dapat berlanjut menjadi eklampsia serta meningkatkan risiko kematian ibu, pada janin dapat mengakibatkan berat badan lahir rendah, IUGR, prematuritas, dismaturitas dan IUFD atau kematian janin dalam kandungan. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian pre eklamsia berat di RSUD Pringsewu Tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode  analitik dengan rancangan case control. Populasi kasus adalah ibu bersalin yang mengalami pre eklampsia berat yang berjumlah 36 ibu dan populasi kontrol adalah yang tidak mengalami pre eklampsia berat yang berjumlah 130 ibu. Sampel kasus berjumlah dan sampel kontrol 1 (24) : 3 (72) ibu bersalin dengan tehnik quota sampling. Cara ukur dengan observasi dan angket dan alat ukur lembar checklist yang dianalisa secara univariat dengan tabel persentase dan bivariat dengan analisa chi square. Hasil pengolahan data proporsi kejadian pre eklampsia berat pada sampel kasus sebanyak 25% (24 ibu), 27,08% (26 ibu) dengan usia berisiko, 45, 83% (44 ibu) dengan paritas berisiko, 4,17% (4 ibu) dengan pendidikan rendah, 57,29% (55 ibu). Hasil uji statistik hubungan usia dengan pre eklampsia berat dengan p value: 0,034 dan OR: 3,215, paritas dengan pre eklampsia berat dengan p value: 0,033 dan OR: 3,143, , pendidikan dengan pre eklampsia berat dengan  p value: 0,49. Kesimpulan penelitian faktor risiko ibu yang berhubungan dengan kejadian pre eklampsia berat di RSUD Pringsewu Tahun 2017 adalah terdapat hubungan antara usia, paritas, dan pendidikan dengan kejadian pre eklampsia berat, sehingga perlu ditingkatkan upaya penanganan yang lebih intensif pada ibu dengan pre eklampsia berat terutama jika terdapat tanda-tanda peningkatan tekanan darah, oedem dan protein urine.