KARAKTERRISTIK PETANI DAN KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI GARAM SECARA TRADISIONAL DAN TEKNOLOGI GEOMEMBRAN (Studi Kasus di Desa Pangarengan Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani dan membandingkan tingkat kelayakan usahatani garam yang menggunakan cara/ teknologi berbeda yaitu secara tradisional dan geomembran. Penelitian dilakukan di desa Pangarengan Kecamatan Pangarengan Kabupaten Sampang. Jumlahsubjek dalam penelitian ini adalah 47 subjek, dengan rincian 28 subjek adalah petani yang melakukan usahatani garam secara tradisional dan 19 subjek petani yang menggunakan geomembran. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis diskriptif dan analisis usahatani yang meliputi analisis biaya, penerimaan, pendapatan dan R/C ratio. Petani geomembran didominasi oleh petani usia muda, pendidikan yang lebih tinggi dan luas lahan yang lebih luas dibandingkan dengan petani garam tradisional. Rata-rata biaya, penerimaan, pendapatan dan R/C ratio usahatani garam menggunakan geomembran lebih besar daripada tradisional. Rata-rata biaya usahatani garam secara tradisional sebesar 3.374.692 lebih kecil daripada geomembran yaitu sebesar Rp 8.394.971. Penerimaan usahatani garam secara tradisional rata-rata sebesar Rp 3.604.000 sedangkan secara geomembran lebih besar yaitu Rp 9.485.000. Usahatani garam secara tradisional memiliki nilai R/C lebih rendah (1,09) dibandingkan teknologi Geomembran (1,19).